Sekarang ini, telah hadir program pembelajaran interaktif berbasis komputer yang memiliki nilai lebih dibanding bahan cetak biasa. Salah satunya adalah multimedia interaktif. Munir (2012:110) menyatakan bahwa multimedia interaktif adalah suatu tampilan multimedia yang dirancang agar tampilannya memenuhi fungsi menginformasikan pesan dan memiliki interaktifitas kepada penggunanya. Pembelajaran dengan multimedia interaktif menurut Deni Darmawan (2012: 55-56) mampu mengaktifkan siswa untuk belajar dengan motivasi yang tinggi karena ketertarikannya pada sistem multimedia yang mampu menyuguhkan tampilan teks, gambar, video, suara, dan animasi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa siswa dapat bersemangat belajar dengan multimedia interaktif karena tampilannya yang menarik dan mendukung pembelajaran. Perpaduan teks, gambar, video, suara, dan animasi dapat menjadi sumber belajar bagi siswa.
Multimedia pembelajaran interaktif berbasis pengembangan teknologi dan
komunikasi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Wujud nyata dari
perkembangan teknologi dan komunikasi dalam pembelajaran tersebut
diantaranya pembelajaran dengan E-learning, pembelajaran online, dan
sebagainya. Diantara para pendidik juga ada yang memanfaatkan Compact Disc
(CD) untuk proses pembelajaran dengan menampilkan gambar, mind map, dan lainnya yang berisi materi pendidikan akhlak. Sedangkan multimedia interaktif
pendidikan akhlak dalam bentuk Compact Disc (CD) yang memuat materi
pembelajaran yang dapat diakses dikomputer baik secara online maupun offline
masih kurang keberadaannya.
Sementara itu; Rusman, Deni Kurniawan, dam Cepi Riyana (2013: 63-64)
telah merangkum jenis-jenis media pembelajaran menjadi lima kelompok, yaitu
sebagai berikut.
a. Media Visual
Media visual adalah media yang hanya dapat dilihat menggunakan indra
penglihatan. Jenis media ini terdiri atas media yang dapat diproyeksikan dan
media yang tidak dapat diproyeksikan yang biasanya berupa gambar diam atau
gambar bergerak.
b. Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk
mempelajari bahan ajar.
c. Media Audio-Visual
Media audio-visual adalah media yang merupakan kombinasi audio dan visual,
contohnya program video atau televisi pendidikan, video atau televisi
instruksional, dan program slide suara.
d. Kelompok Media Penyaji
Kelompok media penyaji terbagi menjadi tujuh kelompok, yakni: (a) kelompok
grafis, bahan cetak, dan gambar diam; (b) kelompok media proyeksi diam; (c)
kelompok media audio, (d) kelompok media audio visual, (e) kelompok media
gambar hidup atau film; (f) kelompok media televisi; (g) kelompok multimedia.
Dengan banyaknya media pembelajaran yang berkembang, lebih mudah untuk menemukan tipe belajar yang sesuai dengan diri kita. Jujur saja saya adalah tipe visual dan kinestik. dimana dalam hal beljaar saya mengandalkan apa yang saya lihat atau ada suatu momen-momenen tertentu yang membantu saya dalam mengingat pembelajaaran atau sesuatu. Saya membutuhkan media yang tidak terlalu banyak text (simple atau langsung ke point) namun visualisasi yang ditampilkan harus menarik. Salah satu media yang saya pilih dalam postingan kali ini adalah Courselab v24. Jika ada yang ingin mencobanya bisa mendownload courselab di :
http://www.courselab.com/view_doc.html?mode=doc&doc_id=5799960992579148567
Aplikasi Courselab 2.4 merupakan aplikasi gratis yang bisa kita gunakan untuk membuat bahan ajar. Dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa membuat sebuah bahan ajar yang nantinya bisa di integrasikan dengan Learning Management System berbasis web.
Penggunaan aplikasi CourseLab 2.4 hampir sama dengan penggunaan aplikasi Microsoft Powerpoint, sehingga para pengajar yang sudah terbiasa membuat bahan ajar menggunakan Microsoft Powerpoint tidak akan menemukan kesulitan di dalam pembuatan bahan ajar menggunakan CourseLan 2.4 ini.
Beberapa keunggulan aplikasi CourseLab 2.4 diantaranya :
1. Free
2. Menu dan navigasi yang mudah
3. Layput aplikasi sama dengan powerpoint
4. Hasil export bisa dalam bentuk Scoorm 1.2
5. Banyak template yang sudah di sediakan
6. Banyak object yang bisa di tambahkan
7. Bisa langsung di tambahkan soal interaktif di dalamnya
8. Hasil export-nya dalam bentuk web
1. Free
2. Menu dan navigasi yang mudah
3. Layput aplikasi sama dengan powerpoint
4. Hasil export bisa dalam bentuk Scoorm 1.2
5. Banyak template yang sudah di sediakan
6. Banyak object yang bisa di tambahkan
7. Bisa langsung di tambahkan soal interaktif di dalamnya
8. Hasil export-nya dalam bentuk web
Untuk memulai menggunakan aplikasi ini kita bisa mendownloadnya di http://www.courselab.com kemudian pilih versi 2.4 yang free.
Setelah proses download selesai kita bis langsung install, pada waktu pemakain pertama kali kita akan di minta registrasi, nantinya kode aktivasinya akan di kirim ke email yang kita gunakan untuk registrasi.
Setelah proses registrasi sukses, maka selanjutnya kita tinggal menggunakan aplikasi tersebut untuk membuat bahan ajar, nantinya akan muncul kotak dialog yang meminta kita untuk mengisikan
1. Nama Mata Pelajaran
2. Nama direktori tempat penyimpanan
3. Letak direktori tempat kita menyimpan
Berikutnya kita di minta untuk mengisi :
1. Nama modul
2. Memilih template yang akan kita gunakan.
Kemudian klik Finish.
1. Nama Mata Pelajaran
2. Nama direktori tempat penyimpanan
3. Letak direktori tempat kita menyimpan
Berikutnya kita di minta untuk mengisi :
1. Nama modul
2. Memilih template yang akan kita gunakan.
Kemudian klik Finish.
Langkah selanjutnya kita akan merubah / meng-edit Slide Title atau Judul materi kita yang akan tampil pertama kali ketika materi atau bahan ajar ini di jalankan.
Caranya : Klik menu View kemudian pilih Title, selanjutnya ubah desain pada slide title ini.
Setelah slide title sudah Ok, berikutnya kita akan merubah desain atau melengkapi slide-slide yang akan kita gunakan untuk menempatkan materi atau bahan ajar. Caranya adalah dengan masuk ke desain master slide, klik pada menu View kemudian klik pada Master. Perubahan yang kita lakukan pada Slide Master ini akan berakibat pada desain seluruh slide yang nantinya kita gunakan dalam pembuatan bahan ajar.
Kemudian setelah semua langkah di atas sudah kita lakukan, kita tinggal melanjutkan ke pembuatan materi bahan ajar dengan klik menu View kemudian pilih Normal.
Pada mode Normal ini kita bisa menambahkan slide-slide yang kita perlukan dan menempatkan gambar, animasi dan text pada setiap slide yang kita gunakan.
Caranya : Klik menu View kemudian pilih Title, selanjutnya ubah desain pada slide title ini.
Setelah slide title sudah Ok, berikutnya kita akan merubah desain atau melengkapi slide-slide yang akan kita gunakan untuk menempatkan materi atau bahan ajar. Caranya adalah dengan masuk ke desain master slide, klik pada menu View kemudian klik pada Master. Perubahan yang kita lakukan pada Slide Master ini akan berakibat pada desain seluruh slide yang nantinya kita gunakan dalam pembuatan bahan ajar.
Kemudian setelah semua langkah di atas sudah kita lakukan, kita tinggal melanjutkan ke pembuatan materi bahan ajar dengan klik menu View kemudian pilih Normal.
Pada mode Normal ini kita bisa menambahkan slide-slide yang kita perlukan dan menempatkan gambar, animasi dan text pada setiap slide yang kita gunakan.
Permasalahan :
1. Apa saja aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan multimedia pembelajaran?
2. Efektifkah jika media pembelajaran yang dikembangkan berupa game? khususnya pada pembelajaran kimia?
3. Permasalahan apa yang umum terjadi dalam pembelajaran, namun bisa di minimalisir dengan multimedia?

Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, menurut saya efektif karena dapat membantu siswa lebih memahami materi karena biasanya siswa merasa susaah dg materi kimia, namun jika materi itu di kombinasikan dengan bentuk game lebih memudahkan siswa dan siswa tidak bosan dalam belajar
BalasHapusbaik saya akan menambah permasalahan no 2
Hapusmedia games bagus untuk menujang proses pembelajaran, namun lebih baik jia media tersebut hanya sebagai media tambahan. karena menurut saya jika materi full yang akan disajikan dalam bentuk media game maka tidak akan semua anak bisa menerima dan memahami materi tersebut. karena sebagian siswa ada yang tidak suka menggunakan game.
Menanggapi tanggapan saudari sasa, ke efektifan dalam pemilihan media bisa dilihat juga dari bisa tidaknya tersampaikan materinya. Saya rasa game bisa saja efektif, namun dari segi kesulitan pembuatan konsep, dan softwere yang dibutuhkan membuatc pembuatan game kiranya kurang efektif. Jadi, game hanya menjadi bumbu dalam pembelajaran agar anak tak bosan, bukan menjadi center dalam media pembelajaran.
HapusMenjawab permasalahan no. 1
BalasHapus1. Faktor tujuan.
Media dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan/ dirumuskan
2. Faktor Efektifitas.
Dari berbagai media yang ada, haruslah dipilih media yang paling efektif untuk digunakan dan paling tepat/sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dirumuskan
3. Faktor kemampuan guru dan siswa.
Media yang dipilih dan digunakan haruslah sesuai dengan kemampuan yang ada pada guru dan siswa, sesuai dengan pola belajar serta menarik perhatian
4. Faktor fleksibilitas (Kelenturan), tahan lama dengan kenyataan.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan kelenturan dalam arti dapat digunakan dalam berbagai situasi, tahan lama (tidak sekali pakai langsung dibuang), menghemat biaya dan tidak berbahaya sewaktu digunakan.
5. Faktor kesediaan media.
Sekolah tidak sama dalam menyediakan berbagai media yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah. Misalnya guru membuat sensiri, membuat bersama-sama siswa, membeli, menyewa, dll
6. Faktor kesesuaian antara manfaat dan biaya.
Dalam memilih media haruslah dipertimbangkan apakah biaya pengadaannya sesuai dengan manfaat yang didapatkan
7. Faktor kualitas dan tehnik.
Dalam pengadaan media, seorang guru harus mempertimbangkan kualitas dari media tersebut, tidak sekedar bisa dipakai. Media yang bernutu/berkualitas bisa tahan lama (tidak mudah rusak), dan sewaktu-waktu digunakan lagi tidak harus mengusahakan yang baru.
8. Objektifitas.
Metode dipilih bukan atas kesenangan atau kebutuhan guru, melainkan keperluan sistem belajar. Karena itu perlu masukan dari siswa.
9. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku, baik menyangkut isi, struktur maupun kedalaman.
10. Sasaran program
Media yang akan digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat pekembangan anak didik, baik dari segi bahasa, simbol-simbol yang digunakan, cara dan kecepatan maupun waktu penggunaannya.
Terimakasih atas tanggapan dari saudari mutia. Saya rasa permasalahan saya sudah terjawab dengan baik.
HapusSaya akan mrnjawab permasalahn anda yang ketiga. Dimana multimedia yang sering saya temukan itu adalah PPT karena dengan multimedia tersebut dapat mengatasi keberagaman cara belajar siswa. Media Audio juga sering digunakan siswa untuk merekam penjelasan guru untuk diulang kembali di rumah.
BalasHapusBaiklah menanggapi pernyataan dari desi, permasalahan yang umum terjadi adalah saat penyampaian materi, tidak semua anak mengikuti. Sehingga solusi terbaik adalah menggunakan multimedia berupa ppt maupun vidio penjabaran materi yang diberikan kepada siswa
HapusAgar dapat mereview pembelajaran yang tertinggal kapan saja dan dimana saja
saya sependapat dengan desi dimana untuk mengatasi permasalahan itu dengan menggunakan video ppt sehingga disana siswa bukan saja melihat dan membaca tetapi juga mendengarkann penjelasan dalam video ppt tersebut sehingga siswa lebih mudah memahami suatu pelajaran .
Hapussaya ingin menanggapi pertanyaan saudari nomor 3 dimana permasalahan yang umumnya terjadi dalam pembelajaran namun bisa diminimalisir nah diantaranya seperti pembelajaran dengan mengingat, pembelajaran yang sulit dijelaskan hanya dengan pemaparan materi atau metode ceramah, dan sebagainya. nah, dengan menggunakan multimedia maka persalahan tersebut dapat diminimalisisr seperti menggunakan multimedia yang saudari sebutkan di atas ataupun dengan menggunakan ppt seperti yang saudari desi ucapkan
BalasHapusOke terimakasih atas tanggapannya. Saya rasa diskusi mengenak permasalahn nomor 3 sudah banyak didiskusikan di atas, dan seperti yang saudari rahmi jelaskan, permasalahan yang biasanya terjadi adalah kurang menarik karena metode ceramah yang djterapkan. Untuk meminimalisirnya bisa dengan ppt dsb
HapusSaya mencoba menjawab no 3
BalasHapusKomputer banyak dipilih sebagai media pembelajaran karena kemampuan dari media ini yang mampu menunjukkan berbagai macam data baik itu teks, suara, gambar, foto maupun video, selain itu berbagai macam aplikasi yang ada di komputer juga dapat digunakan sebagai media presentasi bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan lebih menarik dan menyenangkan. Kompetensi dasar gambar gerak (12 prinsip dasar animasi) menuntut para siswa untuk memahami semua hal tidak hanya teoridan praktik yang digunakan tetapi juga proses pembuatan meliputi urutan dan teknik-teknik yang digunakan di dalamnya. Salah satu media yang cocok untuk pembelajaran seperti ini adalah menggunakan media gambar gerak atau lebih spesifik lagi dapat menggunakan media berbasis video tutorial. Pemilihan menggunakan media ini karena media ini mempunyai kelebihan dapat menjelaskan secara terperinci proses dari suatu kejadian, yang dimaksud disini adalah proses menggambar bentuk dimana di 7 dalamnya meliputi urutan, teknik yang digunakan serta prinsip-prinsip dalam penerapan 12 prinsip dasar animasi, kemudian dikemas menjadi satu tampilan sebuah video tutorial.
Jangkauan dari media berbasis video tutorial ini akan lebih luas dan lebih merata pada siswa dibandingkan dengan demonstrasi yang dilakukan secara langsung oleh guru. Seperti apa yang disampaikan oleh Rusman, Kurniawan dan Riyana (2011: 220) di mana media video memiliki beberapa kelebihan, yaitu:
(1) Memberi pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa,
(2) Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses.
(3) Mengatasi ruang dan waktu,
(4) Lebih realistis, dapat diulang dan dihentikan sesuai dengan kebutuhan,
(5) Memberi kesan yang mendalam, yang dapat memengaruhi sikap siswa.
Sejalan dengan pernyataan sebelumnya pada permasalahan berupa
singkatnya waktu yang dimiliki oleh guru untuk menyampaikan materi yang ada, media berbasis video tutorial ini dirasa cukup efektif dan efisien untuk dipakai dalam pembelajaran menggambar gerak. Untuk melakukan sebuah demonstrasi secara langsung tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari mempersiapkan alat dan bahan ditambah lagi proses pelaksanaan demonstrasi. Sedangkan dengan menggunakan media berbasis video tutorial alat yang digunakan hanya sebuah perangkat laptop dan LCD proyektor, pada proses demonstrasi penerapan 12 PDA pun dapat dilakukan dengan cepat sesuai keinginan dari guru pembimbing sehingga keterbatasan waktu yang ada dalam proses pembelajaran dapat teratasi.
Terimakasih atas tanggapannya. Untuk cara meminimalisirnya sudah menjawab permasalahan saya. Request utk permasalahan saya yang ketiga dijabarkan dahulu permasalahan yang umum terjadi dalam pembelajaran baru disesuaikan dengan solusi untuk meminimalisirnya. Trims :)
Hapussaya akan menjawab pertanyaan no 1.
BalasHapusBerikut berbagai hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan multimedia pembelajaran :
1.Hati-hati menambahkan sesuatu yang menurut kita menarik, tetapi tidak ada kaitannya deng an pembelajaran.
2. Penambahan lagu/backsound bukanlah sebuah keharusan dalam pembuatan multimedia pembelajaran.
3. Pentingnya penambahan simulasi dalam multimedia pembelajaran, bukan sekadar animasi.
4. Pemilihan media pembelajaran interaktif hendaknya memperhatikan kesesuainnya dengan tujuan pembelajaran.
5. Pentingnya memperhatikan desain komunikasi visual dalam pembuatan multimedia pembelajaran, termasuk di dalamnya pemilihan warna.
6. Bahasa teks harus komunikatif, tidak hanya copy paste dari buku.
7. Suara narrator jangan hanya sama persis dengan teks, tetapi lebih memahamkan siswa akan konsep.
8. Yang tak kalah pentingnya adalah originalitas, karena banyak ditemukan peserta ketika presentasi dan diminta mempraktekkan hanya bisa menjawab “lupa”...
Terimakasih, saya sangat suka ulasan dari saudari gita. Faktor2 yabg dipertimbangkan adalah apa yang menjadi kendala atau masalah yang ada. Tolak ukir paling dekat lihat pada diri sendiri, kekurangan apa yang kita miliki, sehingga bisa menentukan media apa yang tepat dalam membuat multimedianya. Terimakasih telah memberikan tanggapan :)
HapusSaya mau menanggapi permasalah ni.2
BalasHapusMenurut saya efektif sejauh guru dapat monitoring dan mengarahkan siswa dalam game tersebut, karena kita tahu banyak anak tidak tertarik dengan pembelajaran ceramah,diskusi atau lain-lain. Nah, dengan pembelajaran berbasis game tentu akan memiliki daya tarik tersendiri bagi anak dalam belajar dan anak yang satu dengan yang lain juga akan lebih interaktif dalam proses KBM nya nantinya.
Terimakasih atas tanggapannya. Menurut saya ke efektifan penggunaan game bergantung sasaran tujuan yang ingin dicaoai, dan pembuatannya terlalu rumit atau tidak. Karena dlam pembuatan mulmed juga perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti yang saya paparkan di blog ini.
Hapussaya akan menanggapi permasalahan no.3 menurut saya permasalahan yang sering terjadi namun bisa diatasi dengan multimedia adalah kendala tempat dan waktu dalam belajar itu bisa diatasi dengan multimedia contohnya engan peneraapan e-learning, didalam kelas siswa sering bosan jika materi yang disampaikan dengan ceramah untuk itu kita bisa menggunakan multimedia interaktif untuk mempu meningkatkan minat dan fokus siswa kepada materi yang disajikan
BalasHapusYupss, yang dikatakan saudari wulantri juga dapat diterima. E-learning pun bisa menjadi solusi untuk meminimalisir permasalhan dalam pembelajan seperti yang dicontohkan saudri wulantruli
Hapussaya menanggapi permasalahan yang ketiga. permaslahan yang sering muncul saat belajar adalah kebosanan dari para siswa dikarenakan pelajaran yang diajarka rumit, abstrak dan sulit untuk dipahami. dengan adanya multimedia hal tersebut dapat diminimalisir karena dapat meningkatkan motivasi siwa untuk belajar dengan tampilan audio visual yang lebih menarik dan mudah untuk dipahami, misalnya gambar dan vidio serta animasi.
BalasHapusBaik, terimakasih atas tanggapannua. Solusi untuk meminimalisisrkannya bagaimana?
HapusSya akan menjawab permaslaahan no 3
BalasHapus. Dg multimedia . Kita daapat menjelaskan materi dg jelas .. siswa dapat memikirkn atau berbagi ide tentang materi yang diajarkan
Terimakasih sebelumnua. Bisa di beri contoh permasalahannya dan solusinya?
Hapussaya akan mencoba menjawab permasalahan pertama dimana Berikut berbagai hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan multimedia pembelajaran :
BalasHapusHati-hati menambahkan sesuatu yang menurut kita menarik, tetapi tidak ada kaitannya deng an pembelajaran.
Penambahan lagu/backsound bukanlah sebuah keharusan dalam pembuatan multimedia pembelajaran.
Pentingnya penambahan simulasi dalam multimedia pembelajaran, bukan sekadar animasi.
Pemilihan media pembelajaran interaktif hendaknya memperhatikan kesesuainnya dengan tujuan pembelajaran.
Pentingnya memperhatikan desain komunikasi visual dalam pembuatan multimedia pembelajaran, termasuk di dalamnya pemilihan warna.
Rumus Design Patter adalah : I = H + C (Interest = Harmony + Contrast)
Pola belajar desain bisa menggunakan prinsip ATM (Amati + Tiru + Modifikasi).
Bahasa teks harus komunikatif, tidak hanya copy paste dari buku.
Suara narrator jangan hanya sama persis dengan teks, tetapi lebih memahamkan siswa akan konsep.
untuk permasalahan no 2, menurut saya efektif karena pembelajaran dengan menggunakan game dapat membantu siswa dalam mengingat jangka panjang karena dilakukan secara berulang ulang . dan juga keefektifannya tergantung pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. jadi meskipun yang akan dikembangkan adalah media game tapi jangan samapai menghillangkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sehingga bisa dikatakan efektif diterapkan.
BalasHapus